Thursday, May 7, 2020

Kelebihan Kekurangan Bermain Youtube 2020

Tags

Banyak orang kini mulai tertarik untuk mencoba menjadi seorang Youtuber. Sebagian besar dari mereka tergiur dengan pendapatan besar yang bisa diperoleh dari membuat video. Tidak jarang memang Youtuber yang membuat video hanya sekedar untuk menuangkan hobi. Di tahun 2020 ini, Youtube sudah memiliki banyak mitra Youtuber dengan berbagai jenis kontennya.

Kelebihan Dan Kekurangan Bermain Youtube Di Tahun 2020 saat ini

Maka bisa dibilang sudah terlalu banyak orang yang menjadi Youtuber. Maka tidak heran jika banyak orang kerap mengeluh dengan kondisi sekarang. Mereka sulit bersaing dengan konten kreator yang sudah lama berkecimpung dalam hal ini. Kelebihan dan Kekurangan Bermain Youtube Di Tahun 2020

Baca Juga : Jenis Jenis Video yang Populer Youtube

Kelebihan Bermain Yotube di Tahun 2020

1. Mudah Mencari Konten
Perkembangan internet yang begitu pesat membuat persebaran informasi menjadi lebih mudah. Banyak website serta channel Youtube yang menyajikan hal-hal yang unik. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mencari materi konten yang akan dibuat. Sangat mudah untuk menghasilkan materi video, hanya perlu riset kecil-kecilan saja. Tak perlu ragu video yang akan dibuat tidak laku ketika sudah diunggah di Youtube. Fokuskan terhadap konten yang menarik saja untuk menggaet penonton.

2. Banyak Referensi Channel

Sebagian besar calon Youtuber menjadikan saingan sebagai masalah. Padahal jika diperhatikan, channel Youtube saingan bisa dimanfaatkan untuk membuat sebuah video. Ini khususnya bagi yang malas untuk mencari materi video. Meniru materi video milik orang lain dianggap wajar asalkan suara serta gambar visual yang ditampilan berbeda. Kreasikan agar video yang dibuat berbeda dengan video dari channel referensi. Sehingga bisa lolos dari sistem copyright Youtube yang kerap menimbulkan masalah.

3. Perangkat Editing Mudah Digunakan
Tidak ada alasan lagi untuk mulai membuat video meski keterbatasan perangkat editing. Untuk menjadi Youtuber sekarang jauh lebih mudah, hanya memerlukan sebuah smartphone yang digunakan untuk merekam video dan juga editing. Semua bisa dilakukan dengan mudah dan simpel. Berbeda dengan dulu, Youtuber harus memiliki PC dan juga kamera untuk memproduksi video. Sehingga perlu modal yang besar sebelum menjadi Youtuber. Berbagai aplikasi editing video bisa digunakan, salah satunya seperti aplikasi Kinemaster.

4. Penonton Youtube Semakin Banyak
Jumlah penonton di Youtube sekarang ini jauh lebih banyak dibanding dulu. Hal itu bisa diperhatikan dari video-video Youtuber yang diproduksi beberapa tahun silam dengan sekarang. Untuk mendapatkan satu juta kali ditonton sangat mudah. Apalagi saat subscriber sudah banyak, itu akan sangat membantu untuk menggaet penonton. Dengan penonton yang banyak, maka penghasilan yang akan didapat tentu akan meningkat juga.

5. Video Mudah Viral
Hal ini masih berhubungan dengan nomor 4, banyaknya penonton di Youtube tentu akan memunculkan interaksi, salah satunya share. Sekarang ini, untuk membagikan video di Youtube sangatlah mudah. Banyak orang juga yang mudah untuk merespon setiap video yang dilihat. Hal ini menjadi bukti bahwa video-video Youtube sekarang jauh lebih mudah viral. Khususnya video yang berbau kontrovesial, netizen Indonesia sangat menyukai jenis video ini. Setiap ada video yang viral, akan terus menerus dibagikan hingga jangka waktu beberapa saat.

Kekurangan Bermain Yotube di Tahun 2020

1. Persaingan Semakin Ketat
Banyaknya Youtuber tentu menimbulkan persaingan yang lebih ketat. Banyak orang khususnya anak muda yang tertarik untuk menjadi Youtuber. Persaingan yang ketat ini akan semakin dirasakan oleh Youtuber yang memulai karirnya dari bawah. Mereka akan merasakan betul hal ini, mulai dari susah mendapatkan subscriber, video tidak banyak yang menonton dan lain sebagainya. Hal ini berbeda jika Youtuber berasa dari orang terkenal seperti artis atau atlet. Mereka akan jauh lebih mudah untuk memiliki banyak subscriber serta penonton.

2. Persayaratan Monesitasi Berat
Untuk bisa menghasilkan uang dari Youtube kini jah lebih sulit. Bukan hanya perihal membuat video yang menarik dan disukai banyak orang. Persyaratan untuk monetisasi saat ini jauh lebih berat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Dulu untuk memonetisasi video hanya perlu melakukan pengaturan sendiri. Sekarang, setiap akun yang ingin di monetisasi harus lolos review dari pihak Google langsung. Hal ini jelas membuat channel yang berisi video-video minim kualitas akan sulit untuk lolos monetisasi.

3. Sistem Youtube Semakin Canggih
Kecanggihan sistem dari Google ternyata bisa menjadi penyebab kegagalan menjadi Youtuber. Khususnya bagi mereka yang memilih jenis video fair use. Diperlukan kemampuan khusus untuk membuat video agar terhindar dari copyright. Bagi Youtuber yang memiliki konten unik seperti vlog juga harus berhati-hati. Karena ketika di dalam video menampilkan suara musik dari penyanyi terkenal, bisa menimbulkan copyright.

4. Rawan Banned
Terlalu sering terkena copyright bisa menyebabkan akun terbanned. Di Tahun 2020 ini, harus sangat berhati-hati ketika membuat sebuah video. Jangan sampai video yang dibuat melanggar aturan sampai terdeteksi oleh Youtube. Pihak Youtube tak pandang bulu ketika membanned channel Youtube, selama kesalahannya parah, maka bisa terkena penghapusan channel. Saat channel sudah dihapus, akan sangat sulit untuk mengembalikannya kembali. Mungkin harus pergi ke kantor Google untuk menanyakan kejelasan mengenai hal ini.

5. Video Mudah Ditiru Orang
Bagi Youtuber yang memiliki video-video original dan unik perlu berhari-hati. Saat ini banyak Youtuber dengan seenaknya menjiplak video yang dimiliki. Hal ini jelas akan membuat kerugian, apalagi saat penjiplak dengan pintarnya memproduksi ulang video hingga lolos copyright. Untuk itu, selalu cek video-video yang dimiliki, jangan sampai ada channel lain yang meniru sedikit atau keseluruhan isi dalam video.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon